Awalnya, industri vape lokal banyak diisi “eksperimen rasa.” Gonta-ganti, ngikut yang viral, kadang bahkan nggak punya identitas. Tapi sekarang? Banyak brand mulai ngerti satu hal penting: vaper Indonesia itu bukan cuma cari rasa enak — mereka cari koneksi.
Mereka pengen produk yang punya cerita, karakter, dan nyentuh sisi emosional. Dan di situlah brand lokal mulai beda kelas.

Beberapa tahun lalu, kalo ngomongin liquid atau device keren, pikiran kita otomatis lari ke luar negeri. Tapi 2025 udah beda cerita. Brand lokal makin pede main di level yang dulu dikuasain pemain global — dan mereka bukan cuma ikut tren, tapi malah mulai bikin tren.

Dari Coba-Coba, Jadi Serius Banget

Sekarang udah banyak brand yang mikirin personality, bukan sekadar packaging. Ada yang main di lifestyle, ada yang ngangkat kultur lokal, bahkan ada yang nyentuh isu emosional kayak Hip dengan tagline-nya yang nyentil: “Lepasin Crazy Lo.”
Liquid sekarang bukan cuma cairan — tapi statement kecil tentang siapa lo di balik asapnya.

Kualitas Nggak Lagi Jadi Alasan

Kalo dulu produk lokal sering dianggap “kurang halus” atau “nggak tahan lama,” era itu udah lewat. Banyak produsen sekarang main di lab yang proper, bahan premium, dan standar QC yang ketat.
Bahkan, beberapa brand lokal udah mulai ekspor ke Asia Tenggara karena kualitasnya mulai diakuin.
Artinya? Made in Indonesia udah bukan label kasihan — tapi label percaya diri.

Komunitas Jadi Katalis

Yang bikin ekosistem lokal makin kuat itu komunitasnya. Beda sama dulu yang semua ngelihat ke luar negeri, sekarang komunitas vape Indonesia punya suara sendiri.
Review, konten, bahkan event kecil-kecilan udah cukup buat ngebentuk opini pasar. Dan karena audiensnya lebih relate, feedback-nya pun lebih jujur.
Brand yang berani denger dan adaptasi, otomatis naik kelas.
Hip, misalnya, langsung dapet traction cuma lewat peluncuran digital di Instagram — karena tampilannya nggak maksa, dan bahasanya nyambung banget sama anak muda yang ngerasa “crazy” itu bukan aib, tapi karakter.

Yang Lokal Sekarang Global-Minded

Vaper Indonesia makin dewasa, dan brand-nya juga. Gaya desain, storytelling, dan positioning sekarang udah world class. Bedanya, mereka bawa DNA lokal yang bikin rasanya beda — bukan fotokopi dari luar.
Dan itu yang bikin dunia mulai ngelirik.

Karena di era sekarang, “kelas dunia” bukan cuma soal bahasa Inggris atau desain minimalis. Tapi soal jujur sama identitas lo sendiri — dan brand lokal mulai ngerti banget soal itu.

Kesimpulannya:
Industri vape Indonesia lagi ada di fase paling seru.
Brand lokal lagi nunjukin taring, bukan dengan sombong, tapi dengan karya yang real. Dan kalo tren ini terus jalan, jangan kaget kalo beberapa tahun ke depan, liquid dari Indonesia bukan cuma laku di sini — tapi juga jadi the next big thing di kancah global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *